Flum tidak dipilih karena kekuatannya—ia tidak memiliki kekuatan sama sekali. Tidak ada sihir, tidak ada keterampilan, hanya kemampuan yang disebut “Pembalikan” yang bahkan ia sendiri tidak mengerti. Jadi mengapa Tuhan menempatkannya dalam kelompok sang pahlawan? Setelah dikhianati dan dijual sebagai budak, Flum disiksa dan akhirnya dilemparkan ke monster untuk hiburan. Kini dihadapkan pada kematian, Flum harus memilih: dimangsa atau mengambil pedang terkutuk yang konon akan membunuh penggunanya.










